Ben Pisano, produser asal Perth yang bergerak di balik nama Santa Fe, sepertinya sedang ingin rehat dari suara bising surf rock. Lewat single “Do it over”, dia menggeser dentingan tuts piano ke barisan paling depan. Lagu indie pop ini digarap langsung dari ruang tamunya, tetapi vokal yang diisi oleh bakat muda Caitie Jayde sama sekali tidak terdengar seperti proyek iseng akhir pekan. Ada nuansa piano efek vinil yang sedikit meliuk, memberikan tekstur lawas yang lumayan enak di telinga.
Secara tema, lagu ini menangkap momen canggung ketika kamu sadar omonganmu saat bertengkar terlalu tajam. Caitie bernyanyi, “I just can’t deny, that my words were filled with knives”, sebuah pengakuan pasrah dari seseorang yang akhirnya memilih mundur. Liriknya lumayan murung karena membahas kasur yang terasa kosong di satu sisi dan kebiasaan mengirim pesan selamat malam yang sekarang harus dihentikan.
Kontras antara lirik sedih dan musik pop yang mengayun santai ini justru menjadi daya tarik utamanya. Ketukan dan pianonya berjalan stabil, menyeimbangkan vokal Caitie yang terdengar menahan sedikit frustrasi. Bagian paling seru baru muncul menjelang akhir lagu. Ada lonjakan energi atau crescendo setelah chorus yang mengubah keluh kesah patah hati ini menjadi semacam pelampiasan amarah yang melegakan.
Lagu ini punya suasana yang pas untuk menemanimu menyetir malam hari saat jalanan sepi, persis seperti liriknya tentang mengemudi tanpa tujuan sambil mencari bar untuk satu orang. Ini adalah tipe lagu patah hati yang aman diputar berulang kali tanpa membuatmu merasa menjadi manusia paling sengsara di dunia.



