Album ReviewsFeaturedReviews

Usaha Sundara Karma dengan debut Youth Is Only Ever Fun in Retrospect.

Debut album indie-rock bocah-bocah gondrong bercelana ketat asal kota Reading, Inggris.

Terpujilah kini segala kemudahan untuk menemukan musik-musik baru. Seperti halnya saya menemukan Sundara Karma, band asal kota Reading (Inggris) yang masih belum memiliki laman wikipedia. Melalui indra pendengaran saya rasa tak susah membuat orang tertarik dengan materi album berjudul “Youth Is Only Ever Fun in Retrospect” ini.

Pencarian berlanjut. Saya butuh visual.


Dari laman youtube resmi mereka, terpajang video klip dari single berjudul “Flame”. Pertama kali saya bertatap-muka-via-layar-kaca dengan Oscar Lulu (vokal, gitar), Haydn Evans (drum), Ally Baty (gitar) dan Dom Cordell (bass). Lha, kok gini?? Gondrong sebahu, dengan dandanan kemeja dan celana ketat, kuartet ini mengingatkan saya dengan The Darkness atau jika kita hendak sedikit kekinian, grup dedek-dedek The 1975.

Dari wajah mereka saya sadar bahwa mereka masih sedemikian muda. Asyik sekali rasanya ketika mendengar lirik “… cruising round, in a friends new car, you’ve always known that they wont get you far” pada lagu pembuka album ini, “A Young Understanding” . Sungguh bung, kami tak setua yang kalian perkirakan. Pesan itu segera menyeruak, meski kita harus mempertanyakan sebijak apa mereka.

“And oh lord
Is heaven such a fine thing
We’re floating in a dead town
Hoping to find someone to be near”

Pada “Olympia” juga mereka tak kalah dewasa dengan potongan reff diatas. Keempat remaja ini tampak seperti menghabiskan waktu mereka di sebuah warung kopi berisi bapak-bapak filsuf yang menghabiskan waktu bermain kartu dengan camilan gorengan.

Sundara Karma - Youth Is Only Ever Fun in Retrospect Album Cover
Debut album indie-rock bocah-bocah gondrong bercelana ketat asal kota Reading, Inggris.

Saya justru lebih “percaya” ketika mereka berbicara tentang wanita di lagu “Vivienne” dan “She Said”. Ada momen “pecah” yang tidak begitu generik. Ada energi yang berhasil mereka terjemahkan secara lirik dan musik.

“She said I don’t wanna go out chasing
I kinda wanna go out dancing
Forget about the guys
Cause it doesn’t feel right”

Pilihan terbaik pada album debut band yang telah mengenyam festival sekelas Leeds Festival dan Reading Festival ini adalah “Happy Family”. Memainkan beberapa lapis vokal diawal, dan saat hentakan drum masuk, lagu ini adalah salah satu sorotan untuk bernyanyi bersama. “Lose the feeling” pun tak ada salahnya, kendati menawarkan kebahagiaan ala hati yang busuk milik The Kooks.

Momen apa-apaan-ini hanya terjadi pada “Be Nobody” dan “Deep Relief”. Cukup menganggu. Sebelum akhirnya kembali pada jalur yang tepat di dua nomor terakhir.

Agar menjadi paripurna, maka saya harus mengingatkan para pembaca sekalian untuk menikmati album ini seutuhnya. Tak usah iseng melakukan pencarian lebih lanjut, karna salah satu aib yang saya temukan adalah saat mendengar “Flame” versi Majestic Casual yang, yarobbb kenapa semua harus dibuat lambat merambat seperti ubi jalar, Nick!

(VERD)

Band: Sundara Karma
Album: Youth Is Only Ever Fun in Retrospect
Rilis: 6 Januari 2017
Label: Chess Club / RCA
Situs: www.sundara-karma.co.uk

Sundara Karma - Youth Is Only Ever Fun in Retrospect

Band: Sundara Karma Album: Youth Is Only Ever Fun in Retrospect Rilis: 6 Januari 2017 Label: Chess Club / RCA Situs: www.sundara-karma.co.uk

User Rating: Be the first one !
Tags
Show More

Noverdy Putra

Baperians, Meta-fetcher, pelahap segala, kecuali mantan.
Back to top button
Close