New ReleasesEntertainmentFeaturedMusic

Kembali Ke Akarnya, Avril Lavigne Lepas Album Terbaru Bertajuk Love Sux

Love Sux berbicara tentang cinta yang payah, kebohongan dari mulut manis lelaki yang menjijikan sekaligus menyakitkan, sesuai apa yang dikatakan judulnya.

2002 silam, Avril Lavigne menghentak kancah musik Amerika dengan gaya skate- yang menawan juga membawa sedikit nuansa emo yang penuh amarah dan enerjik. Kemunculannya seketika membuat ia dijuluki sebagai Ratu Pop-punk. Selepas album ketiganya The Best Damn Thing, ia berkelana merambah semesta pop yang manis dan lagu-lagu pop-rock yang glamour, menanggalkan beberapa saat identitas muasalnya. Kali ini, dengan album ketujuhnya, , ia kembali ke akar yang menumbuhkannya menjadi musisi besar.

Cover Album Love Sux
Album

Dikemas dengan Avril Lavigne dengan outfit serba hitam, memegang seikat balon hitam berpadu dengan background merah, Love Sux adalah album yang terbilang pendek. Dengan durasi dibawah 40 menit saja, album ini akan selesai diputar. Tetapi, benarkah kita akan selesai pada putaran pertama? Nyatanya tidak. Mendengarkan seperti kembali ke zaman semaraknya Warpedtour, namun juga ada rasa baru yang dibawa Avril dalam album ini. Menagih telinga kita untuk mendengarnya lagi dan lagi.

Jika kalian pikir Avril hanya menjual nostalgia masa keemasannya saja, well, sepertinya asumsi tersebut akan patah seiring track pertama berjudul “Canonball” bergaung. Dibuka dengan teriakan amarah bersama gitar dan drum yang menggulung dan “kotor” khas pop- era 2000-an. Sampai di verse pertama, hentakan drum dan raung gitar berubah menjadi notasi hyperpop yang begitu kontras. Ini adalah rasa baru yang ditawarkan pada telinga kita tanpa basa-basi. Lagu mengalun hingga akhir dan membawa kita kembali mengenali Avril yang kini.

Dalam album ini juga Avril membawa kolaborasi yang menarik. Seperti dalam lagu “Bois Lies” ia berkolaborasi dengan seorang rapper yang hijrah menjadi rocker, Machine Gun Kelly.  Kemudian ia bernyanyi bersama Blackbear dalam trek “Love It When You Hate Me“. Dan yang paling menarik, kolaborasinya bersama legenda pop-punk dalam lagu “All I Wanted “. Nuansa lagu ini membawa kita kembali mengingat Blink-182 di era “Dammit” lewat vokal yang kuat dan berkarakter.

Secara konsep, berbicara tentang cinta yang payah, kebohongan dari mulut manis lelaki yang menjijikan sekaligus menyakitkan, sesuai apa yang dikatakan judulnya. Tema ini memang bukan sesuatu yang harus disikapi secara serius. Justru, dalam kesederhanaan topik yang diangkat, album ini sangat menyenangkan untuk dipilih sebagai heavy rotation ditengah pagebluk yang tak kunjung usai dan semakin membuat kita kepayahan. Tentunya, dengan sedikit saran: ketika mendengarkan album ini, jangan sesekali menautkan topik ini dengan usia Avril! Akan sedikit awkward jadinya. Karena kita akan menemukan rasa kekanak-kanakan dalam liriknya yang tak akan selaras dengan kedewasaan Avril Lavigne sekarang. Selagi bisa memutus keterkaitan karya dan sang pencipta, Love Sux tetap menarik dan manis untuk didengar.

Secara keseluruhan, Love Sux memberi kesenangan khas Avril Lavigne yang kita kenal sekaligus membumbuinya dengan nuansa baru di beberapa bagian. Kiranya Avril menemukan “kimia” yang cocok dengan DTA records. Mereka berhasil mendudukan kembali Avril pada tahtanya yang membesarkan namanya, sekaligus memberi kesan yang baru dalam album Love Sux ini.

Album Love Sux sudah bisa didengarkan di berbagai platform musik daring.

Tracklist Album Love Sux 

  1. Cannonball
  2. Bois Lie (Feat. Machine Gun Kelly)
  3. Bite Me
  4. Love It When You Hate Me (Feat. Blackbear)
  5. Love Sux
  6. Kiss Me Like The World Is Ending
  7. Avalanche
  8. Déjà Vu
  9. F.U.
  10. All I Wanted (Feat. Mark Hoppus)
  11. Dare To Love Me
  12. Break Of A Heartache
Kembali Ke Akarnya, Avril Lavigne Lepas Album Terbaru Bertajuk Love Sux 1
Show More

Muhamad Rizqi

Menulis adalah bumbu untuk hidup yang begini melulu.
Back to top button