Sepuluh tahun lalu kami memperkenalkan The Big Moon di laman ini sebagai kuartet wanita kikuk yang gaduh. Kini lagu baru The Big Moon datang dengan pertanyaan yang jauh lebih besar dari kegaduhan, yaitu seberapa penting hidup kita yang kecil ini di tengah semesta yang luasnya tak terbayangkan.
Lagu itu berjudul F.O.R.E.V.E.R, dieja huruf demi huruf, dan menjadi pratinjau keempat dari Forever, album keempat mereka yang rilis 30 Oktober 2026 lewat Fiction Records. “It’s about comparing the interconnectedness of everything in the universe with our tiny lives here on earth and remembering that however small you feel, you still have an effect,” tulis band ini, sebagaimana dikutip Dork.
Lagu Baru The Big Moon yang Ditulis untuk Masa Depan
Kalimat tentang merasa kecil itu punya latar yang tidak main-main. Pada 2024, vokalis Juliette Jackson didiagnosis kolesteatoma, kista jinak tapi merusak di dalam gendang telinga. Setelah operasi, sebagian besar pendengaran di satu sisinya hilang secara permanen.
Bagi penulis lagu, itu kabar yang kejam. “Everything sounded out of tune and I was just struggling to find a point at all,” kenang Juliette Jackson.
Jalan keluarnya justru ganjil. Ia memutuskan menulis lagu untuk masa khayalan satu atau dua tahun ke depan, ketika dirinya sudah pulih dan bahagia lagi. Mirip menulis surat untuk kapsul waktu di acara perpisahan SD, hanya saja yang membuka suratnya nanti adalah dirinya sendiri. Ada keberanian yang aneh dalam cara itu, semacam memesan kebahagiaan di muka sebelum barangnya tersedia. Menurut Juliette Jackson, trik membohongi diri sendiri ke arah sana malah menjadi cara menulis yang menyenangkan.
F.O.R.E.V.E.R duduk di urutan keempat, terselip di antara Fun dan Sounds di sisi pertama piringan hitamnya. Di visualiser resminya, lagu baru The Big Moon ini berdurasi 4 menit 10 detik, lebih panjang dari Gravity (3 menit 42 detik) dan Fun (3 menit 31 detik) yang dirilis lebih dulu. Ia tidak terburu-buru sampai di ujung, dan gambar yang menemaninya pun setia pada tema, yaitu bumi yang melayang di antara bintang-bintang yang melesat. Kita diajak memandangi planet kecil itu cukup lama sampai terasa betapa mungilnya kita yang tinggal di atasnya.
Album Forever, Bahagia yang Dipesan di Muka
Forever direkam selama tiga minggu di Norfolk dan digarap bersama produser Sam Cohen. Sepuluh lagunya berangkat dari pertanyaan yang dilontarkan Juliette Jackson sendiri, kira-kira apa yang terjadi setelah “bahagia selamanya”, dan bagaimana membuat selamanya itu berarti.
Pratinjau sebelumnya sudah memberi bocoran rasa. Gravity lahir dari pelukan anaknya yang selalu berlari dan menabrak tubuhnya setiap kali dijemput dari tempat penitipan anak, pelukan yang ia nikmati karena tahu tidak akan bertahan selamanya. Kalau kamu ingat, empat tahun lalu Trouble dari album Here Is Everything lahir dari kenangan perjalanan menuju rumah sakit untuk melahirkan. Kini sang anak sudah cukup besar untuk berlari. Three Things dibalut synth yang cerah, sementara Fun datang dengan pernyataan sikap yang manis. Menurut Juliette Jackson, kegembiraan dan humor sama pentingnya dengan hal-hal gelap dalam karya seni, dan ia menutupnya dengan dua kata, “Pop music forever.”

Bassist Celia Archer merangkumnya dengan hangat. Lagu-lagu di album ini tidak remeh, katanya, tapi Jules sudah menunjukkan bahwa kita bisa menghadapi semua itu dan tetap memilih berharap. Saya suka kalimat itu. Ia terdengar seperti racikan yang tepat untuk album yang judulnya terdengar seperti janji.
Menjelang dan setelah rilis, The Big Moon akan menyambangi sembilan toko rekaman di Inggris pada 27 Oktober hingga 5 November, lalu menggelar tur headline 18 sampai 27 November yang berakhir di O2 Academy Brixton, London. Sudah sembilan tahun sejak debut Love In The 4th Dimension yang dulu kami beri nilai sempurna, dan kuartet yang dulu gaduh itu kini menulis lagu tentang semesta sambil merawat telinga yang terluka.
Semoga bahagia selamanya, mbak Jules!
Album Forever milik The Big Moon rilis 30 Oktober 2026 melalui Fiction Records, diproduseri bersama Sam Cohen. Instore digelar di Rough Trade East London, Pie & Vinyl Southsea, Sound Knowledge Marlborough, Resident Brighton, Vinilo Southampton, Rough Trade Nottingham, Rough Trade Liverpool, Wax and Beans Bury, dan Rough Trade Bristol. Tur headline singgah di Birmingham, Edinburgh, Glasgow, Bristol, Brighton, Manchester, Leeds, dan London. Arsip ParaPop soal band ini ada di tag The Big Moon, dan kabar rilisan lain dari DIY turut kami rujuk.
Daftar Lagu Album Forever The Big Moon
- Gravity
- Three Things
- Fun
- F.O.R.E.V.E.R
- Sounds
- You Remind Me That I’m Dying (and that it’s good to be alive)
- Speed Bump
- Can I Get A Reading Please
- I See You, Honey
- Chill



