SVEA dengan penuh godaan datang membawa single “Ferrari” bagian dari album debutnya ‘the last 90s bitch’. Dengan lirik yang menyentuh tema patah hati dan cara mewah untuk mengatasinya, “Ferrari” menyajikan ironi yang tajam: “They keep saying money can’t buy happiness, I’m sorry, Cuz if Imma be sad, Imma cry in a Ferrari.” Ini adalah pernyataan yang menunjukkan bahwa meskipun uang tidak bisa membeli kebahagiaan, kemewahan bisa menjadi pelarian sementara dari kesedihan.
Dengan produksi yang tajam dan ketukan yang bersemangat dan vokal yang lugas, dan catchy menciptakan pengalaman mendengarkan yang mengasyikkan dan memikat, membawa pendengarnya kembali ke masa lalu sambil tetap relevan dengan zaman sekarang.
SVEA, yang memiliki akar Yunani dan lahir tepat sebelum pergantian milenium, memiliki koneksi yang kuat dengan era 90-an. “Ferrari” adalah lagu yang energik dan penuh makna, membawa pendengarnya pada perjalanan emosional melalui perpaduan melodi yang ceria dan lirik yang introspektif.
SVEA Profile



