MUANH datang dengan “Ever Since” yang terasa seperti catatan harian yang dibisikkan pelan-pelan ke telinga kita. Musiknya mengalir lembut, penuh ruang kosong yang justru bikin tiap baitnya terasa makin dalam. Suaranya yang tenang tapi penuh beban cocok banget buat malam-malam penuh overthinking.
Lagu ini bukan sekadar tentang kesedihan. Ini tentang kelelahan jadi “cukup” untuk semua orang, sambil kehilangan siapa diri sendiri. Perasaan jadi asing di mana pun berada, bahkan di rumah sendiri, diekspresikan MUANH dengan jujur dan nggak melebih-lebihkan.
Produksi musiknya syahdu banget, dengan ketukan yang mengulang pelan dan sentuhan saxophone yang membungkus lirik-liriknya. Bukan lagu yang ingin pamer teknik vokal, tapi justru bikin kita ngerasa dimengerti. Kayak pelukan diam-diam yang bilang, “gue juga pernah ngerasa kayak gitu.”
“Ever Since” bukan untuk didengar sekali lalu dilupakan. Ini jenis lagu yang muncul di shuffle tepat saat kamu lagi butuh teman. Dan tanpa banyak kata, dia bisa bilang: “gue ngerti.”



