Songs in the Dark: Sebuah Playlist Jangan Takut Akan Gelap

Sayang sekali tak ada Tasya dan Om Duta pada daftar lagu ini, 30 lagu yang akan mengintimidasi saat untuk lanjut tidur kembali atau justru akan membuat gelap tak pernah lagi sama?

Setiap orang memiliki saat-saat ketika keadaan menjadi sulit, namun kita semua memiliki trek favorit yang seketika bisa saja membalikkan keadaan. Tetapi kadang ada saat ketika kita ingin membenamkan diri dalam suasana tersebut. Mendengar sebuah lagu dapat mengubah cara kita merasakan suasana. Baik di dalam gelap yang mencekam maupun di tengah terik yang benderang.

Saya teringat sepenggal lirik lagu dari band pop minimalis Efek Rumah Kaca yang berjudul Sebelah Mata, “Gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yang hilang.” Kalau dipikir-pikir, berapa banyak waktu yang telah kita habiskan dalam gelap? Mungkin karena sedang ingin terlarut di dalamnya atau karena pemadaman listrik bergilir oleh PLN. Menikmati sebuah gelap kiranya akan lebih sempurna jika ditemani oleh sebuah lagu. Beberapa trek pilihan di bawah ini adalah beberapa lagu yang akan membawa kita terhanyut di dalam gelap maupun yang akan menuntun kita keluar dari itu.

1. Timber Timbre – Black Water (2011)

Duduk di tepi sebuah danau di bawah cahaya rembulan. Lalu mata menatap pada air danau yang tenang dan gelap sembari berharap ia menenggelamkan kita. Hidup bisa menjadi sangat gelap dan menyeramkan. Kadang-kadang bahkan kita mencari hal itu, walaupun pada akhirnya kita berharap secercah cahaya tetap datang.

Tenggelam ke dalam hal yang benar-benar kelam dan kotor kadang bisa menjadi sebuah pembersihan yang sempurna, atau seperti salah satu iklan produk pembersih berani kotor itu baik. Kita akan dituntun kembali kepada fitrah. Entah itu dari kenangan buruk masa lampau maupun dari dosa-dosa. Menurut saya empat pemuda asal Kanada ini berhasil meracik Blues menjadi gelap dan menyeramkan namun masih tetap punya harapan.

All I need is some sunshine / All I need / All I need is some sunshine / All I need / Black Water (pull me down) / Black Water (pull me down)

2. Emily Jane White – Nightmares on Repeat (2016)

Sedari awal mendengarkan trek ini saya mengulanginya hingga lebih kurang 30 kali, hingga akhirnya saya memutuskan Lana Del Rey belum layak menyandang gelar mahkota Ratu Sadcore, seperti yang pernah saya percayai sebelumnya. White jauh lebih gelap dan menyedihkan. Trek ini dilantukan secara halus sebagai empati terhadap orang-orang yang mengalami penderitaan secara terus-menerus, berulang-ulang kali. “You are beautiful, you are beautiful”, -bukan dengan nada Cherrybelle- di 40 detik terakhir dibisikkan secara lembut. Kata-kata yang seakan-akan menghibur dan menyemangati, namun disampaikan oleh seseorang yang percaya bahwa kenangan dan penderitaan mereka tak akan segera berakhir.

3. Turnover – Dizzy on the Comedown (2015)

Menandai pertengahan playlist berisi 30 trek ini. Lagu “Dizzy on the Comedown” milik Turnover seolah-olah menjadi penanda titik balik. Jika telah sampai pada lagu ini maka anda sudah separuh jalan, bisa jadi anda sudah terlelap tidur, namun bukan tak mungkin anda semakin larut dalam kegelapan.
“Sing along to a song that I know / It goes bah bah bada, sing it over and over / Let it hypnotize you / I’m still here right beside you”.
Kendati disematkan genre emo, Turnover pada lagu ini lebih dekat dengan rock lembut (soft rock) yang menenangkan. Nyaris tak ada kejutan, namun candu untuk dimainkan secara berulang.

4. Sleepmakeswaves – It’s Dark, It’s Cold, It’s Winter (2008)

Saya rasa akan sangat kurang jika tidak memasukkan sebuah trek post-rock ke dalam list ini. Musik yang bagi saya memberikan suasana mengawang-ngawang seperti yang diciptakan kwartet instrumental rock asal Australia ini memang berhasil memberi ambience yang sesuai dengan judul lagunya. Lagu ini akan sangat pas jika dinikmati dalam suasana gelap dan dingin. Kebetulan saya menulis ini saat menjelang subuh dan di luar sedang hujan lebat. Dingin. Yang menemani saya hanya secangkir teh panas.

5. This Will Destroy You – There Are Some Remedies Worse Than the Disease

Lagu ini adalah yang membuat saya mencari tahu dan menggali lebih dalam apa yang diyakini dengan shoegaze atau post-rock. Musik bisa begitu manis dan se-menyedihkan ini. Itu adalah perasaan yang pertama kali saya rasakan ketika mendengarkan trek yang berdurasi 6 menit 20 detik ini di dalam gelap. Membangun melodi manis di awal, lalu ditutup dengan distorsi yang berkepanjangan. Ini adalah ciri khas band yang berasal dari San Marcos, Texas ini. Jika kamu belum terbiasa mendengarkan lagu instrumental post-rock, yang satu ini akan membuat kamu ketagihan. Percayalah! Jangan lupa padamkan lampu atau picingkan mata!

6. Songs in The Dark Playlist By paraPOP.net

Sayang sekali tak ada Tasya dan Om Duta pada daftar lagu ini, 30 lagu yang akan mengintimidasi saat untuk lanjut tidur kembali atau justru akan membuat gelap tak pernah lagi sama?

Rifki Hardian
Follow Me

Rifki Hardian

Seorang kultural hedonis, penyiar yang menggemari syair dan sedang menggeluti kolase.
Rifki Hardian
Follow Me

Comments

comments