Sekiranya saat saya menulis pengantar tentang The Big Moon tahun lalu, kuartet berisi Soph Nathann (guitar, vocals), Celia Archer (bass, vocals), Juliette Jackson (guitar, vocals), dan Fern Ford (drums) maka saya merasa debut album “Love In The 4th Dimension” akan dengan mudah saya kunyah dan sajikan di bagian Reviews laman ParaPop. Tapi tidak begitu kenyataannya. Butuh hampir dua bulan merampungkan tulisan ini.

Kesulitan justru bukan karna album ini rumit. “Love In The 4th Dimension” tak akan membuat kening berkerut. Namun karna album ini adalah sebuah album yang menyenangkan. Saya terlarut seketika. Lemparkan sekeping permen mentos pada minuman soda, seketika larut dan membuncah. Ya, seperti itu kiranya.

Kendati penuh distorsi gitar hingga trek penutup, The Big Moon tak sampai hati memekakkan telinga. Hampir disetiap tembang, Juliette Jackson dan Soph Nathann memberikan sentuhan gitar melodius. Dengar saja “Bonfire”, dengan irama ganjil yang sedikit dangdut. Mereka cuek saja “We’ll start a bonfire / To make the time fly Cos I’m so bored I could burn this whole town”. Lengkap dengan imitasi lolongan ala serigala di pertengahan lagu. Si Anying.

Keceriaan itu memuncak pada “Happy New Year”, sekaligus menertawakan kita saya yang bertambah tua. “Cause I’m never gonna be this young / And everything I do one day will just be done”. Ada semangat berlebih di “Pull The Other One”, sementara “The Road” adalah sebuah lagu dengan dinamika gitar yang manja.

Jika anda merasa kesepian berkepanjangan, “Formidable” tersedia menemani anda. Selayaknya teman karib yang selalu ada dikala susah, senang, atau serba tanggung. Ada nuansa epik yang mampu menaikkan mood kembali pada jalur positif.

“ Yeah let me heal your battle scars
Run my ship to ground
Yeah nothing is gonna take me down
Give me everything you got
Let your heart beat loud
Yeah nothing could turn me round”

“Love In The 4th Dimension” adalah album matang. Masak di batang. Tidak menggunakan bahan-bahan tambah berlebihan. Meskipun ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi The Big Moon untuk menapaki karir yang kian menanjak beberapa tahun ke depan. Pembuktian kadang memang bukan di album pertama, justru bagaimana karir bisa berumur lama.

Mendengarkan “Love In The 4th Dimension” adalah pengalaman menyenangkan yang layak untuk dibagikan kepada teman dan handai tolan. Terlalu banyak rilisan murung berkeliaran. Terlalu banyak musik ceria penuh kepalsuan bertebaran. “Love In The 4th Dimension” bukanlah keduanya. Ia pemberi semangat sekaligus harapan. Semangka! Semangat kaka!

Stay hydrated

A post shared by The Big Moon (@commoonicate) on

(VERD/KCK)

Comments

comments