Untuk menyelesaikan tulisan ini butuh waktu hampir 2 minggu, berkas ini tergeletak di folder draft begitu saja. Saat akan benar-benar menulisnya hari ini pun saya butuh waktu lebih dari 3 jam. Saya tersesat dalam lembah video peristiwa dekil dari dunia sepakbola, Messi mengatai wasit, Mourinho “membisiki” Conte, penyelamatan kiper nan gemilang, hingga pembalasan yang setimpal. Dari satu video ke video berikutnya. Terimakasih youtube, telah membuang waktu membuat waktu terasa sedemikan cepat.

Local Natives Memaksa Kita Untuk Menutup Mata Pada Single “I Saw You Close Your Eyes”
Sebuah web disiapkan untuk menyampaikan pesan moral lagu ini. Kita adalah generasi yang mudah teralihkan.

Kambing benar! Kita hidup dalam dunia yang benar-benar terdistraksi. Kita mudah teralihkan. Lantas apa yang kita butuhkan? Kita butuh diam sejenak, butuh memejamkan mata sejenak. Mengelak dari dentingan gadget, menghindar sejenak dari deruan surat elektronik.

Pesan ini yang ingin disampaikan Local Natives, band indie-rock asal Los Angeles sana. Setelah “pecah” melalui album “Sunlit Youth” tahun lalu, Local Natives merilis single baru berjudul “I Saw You Close Your Eyes”.

NEW SONG // I Saw You Close Your Eyes To listen, go to closeyoureyes.net and close your eyes. Link in bio.

A post shared by Local Natives (@localnatives) on

Dan guna pesan single tersebut lebih tersampaikan, Local Natives bekerja-sama dengan Lee Martin (seorang web developer spesialis anak band) menyiapkan web www.closeyoureyes.net. Dengan bantuan keajaiban script yang tak saya pahami, pengunjung web dipaksa menutup mata agar single “I Saw You Close Your Eyes” dapat didengarkan. Ups, jangan coba mengintip, karna web ini membutuhkan akses atas webcam laptop anda, mengatur jarak kepala dengan layar, hingga meredupkan lampu ruangan. Local Natives ingin memaksa anda mendengarkan lagu ini dengan khidmat. Tak sambil lalu.

Lee Martin mengungkapkan alasannya dalam sebuah catatan (Sumber: https:[email protected]/close-your-eyes-12e4ef1f3590 ) “It’s impossible to grab someone’s attention online for more than a few moments and music consumption often occurs in parallel to other mundane tasks like checking emails and scrolling feeds. Close Your Eyes is a focused listening experience which exists in an otherwise unfocused world.

Local Natives berhasil menarik perhatian saya, menyadarkan saya sendiri bahkan saat menuliskan artikel ini. Kita hidup di dunia yang terus mengalihkan perhatian.
(VERD)

Sumber : https://www.closeyoureyes.net/

Comments

comments