Sebagai penikmat musik, eksplorasi terhadap musik memang tidak akan pernah ada habisnya. Rasanya selalu ada yang kurang jika tidak mendengarkan lagu baru. Acap kali temuan dari eksplorasi itu didapatkan dengan berbagai cara, mulai dari mencari sendiri, rekomendasi dari kawan, sampai tak sengaja terputar secara acak di aplikasi streaming musik. Pergulatan dalam eksplorasi ini yang kadang membuat saya sering kehabisan kuota internet. Namun tak jarang pula proses eksplorasi tersebut saya lalui lewat temu-muka dengan kawan-kawan penikmat musik. Walhasil, rekomendasi baru mengalir deras, seru sekali!.

Hasil eksplorasi terbaru saya adalah King Gizzard & The Lizard Wizard. Buah rekomendasi seorang kawan ini menarik perhatian saya, band dengan nama aneh bergenre Psychedelic Rock asal Melbourne ini beranggotakan: Stu Mackenzie (vokal, gitar lead), Ambrose Kenny Smith (harmonika, synthesizer), Joey Walker (gitar lead),Cook Craig (rhythm guitar), Lucas Skinner (bass guitar), Eric Moore (drums), Michael Cavanagh (drums). Yap, formasi royal anti mainstream mereka dengan tiga gitaris dan dua orang drumer ini saya ketahui dari Youtube. Sebagai millennial sejati, jelas saya memegang teguh kredo Youtube Youtube Youtube lebih dari tivi (Boom!).

Alih-alih menyaksikan sebuah video klip nan epic dan kekinian ala band indie, video klip dari single Rattlesnake milik King Gizzard & The Lizard Wizard ini justru bikin drop, D R O P, Sob!. Visualnya lebih mirip dengan film-film legenda yang menjadi ciri khas salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, ular besar, komodo terbang , atau tokoh utama yang menunggang elang raksasa. Sebagai awal perkenalan dengan King Gizzard & The Lizard Wizard, video klip ini membuat saya berpikir ulang, adakah film legenda terbaru yang saya lewatkan? Maklum saja, saya cukup (terpaksa) rajin mengikuti film-film macam itu kala berebut remote TV bersama nenek. Sebuah perkenalan yang sangat berkesan.

Tepatnya 23 Juni 2017 lalu mereka merilis sebuah album berjudul Murder Of Universe. Padahal di tahun yang sama, tepatnya 24 Februari 2017, mereka telah mengeluarkan album berjudul Flying Microtonal Banana, sebuah ke-produktif-an nan hakiki. Pada album terbaru mereka, Murder Of Universe terdapat 21 nomor yang dibagi menjadi tiga chapter:

Murder Of Universe, album penuh teramat panjang dari King Gizzard & The Lizard Wizard. Pendengar pemula tentu kaget dengan apa yang mereka tawarkan.

Chapter 1: The Tale Of The Aletered Beast

  1. A New World
  2. Altered Beast I
  3. Alter Me I
  4. Altered Beast II
  5. Altered Me II
  6. Altered Beast III
  7. Altered Me III
  8. Altered Beast IV
  9. Life / Death

Chapter 2: The Lord Of Lighting Vs. Balrog

  1. Some Context
  2. The Reticent Racounteur
  3. The Lord Of Lighting
  4. The Balrog
  5. The Floating Fire
  6. The Acid Corpse

Chapter 3: Han-Tyumi And The Murder Of The Universe

  1. Welcome To An Altered Future
  2. Digital Black
  3. Han-Tyumi, The Confused Cyborg
  4. Soy-Protein Munt Machine
  5. Vomit Coffin
  6. Murder Of The Universe

Menurut saya ada beberapa alasan album ini patut untuk masuk playlist. Apa lagi dalam suasana ke-gabut-an pasca lebaran, setelah lelah dibalut bosan ditanyai nenek serta keluarga kapan bekerja, kapan menikah, kapan bisa ngasih keponakan dan tetangga yang minta THR kepada pencari kerja seperti saya. King Gizzard & Lizard Wizard cukup membantu untuk menghela nafas sejenak, dan meng-galau dengan elegan namun tetap puitis, potongan lirik di Altered Beast IV misalnya, menggema di kepala

“Emptiness inside of me
And hollowness all around me
I cut myself to see it bleed
And now I don’t feel anything
Never!”

Sangat memotivasi, motivasi membunuh, membunuh rasa resah dan gelisah, dari pertanyaan nenek saat lebaran lalu mengenai pekerjaan tetap dan jodoh yang belum juga nampak hilalnya, huft!. Tidak lupa narasi-narasi yang di bacakan oleh Leah Senior seorang musisi folk, begitu asik.

Selain lirik, bagi saya Stu Mackenzie bersama kawan-kawannya mengisi perspektif lain untuk musik psychedelic era sekarang. Mereka dapat meramu sound dan mengkomposisikan permainan instrument dengan baik, tak kalah ciamik dengan kawan senegeranya yaitu Tame Impala yang juga mengangkat genre yang sama. Sound kedua band ini seperti masakan khas Minang buatan nenek saya, dengan bahan yang persis sama Tame Impala adalah rendang sementara King Gizzard & Lizard Wizard adalah kalio. Yap, kalio alias rendang setengah matang, namun bukan berarti materi lagu mereka tidak matang melainkan mereka menghadirkan kembali sound-sound berwarna lama untuk disajikan di masa sekarang. Sangat Posmo…

Nama band : King Gizzard & Lizard Wizard
Judul album : Murder Of Universe
Tanggal rilis : 23 Juni 2017
Label : ATO records

Dio Fadnil

Dio Fadnil

bermimpi punya band keren sedari bayi...
Dio Fadnil

Latest posts by Dio Fadnil (see all)

Comments

comments